Online Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis) Books Download Free

Share:

Mention Books In Pursuance Of Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis)

Original Title: Simple Miracles: Doa dan Arwah ISBN13 9789799107794
Edition Language: Indonesian URL http://penerbitkpg.com/katalog/detil/901140874/Simple-Miracles-Doa-dan-Arwah
Series: Spiritualisme Kritis
Online Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis) Books Download Free
Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis) Paperback | Pages: 177 pages
Rating: 3.97 | 467 Users | 67 Reviews

Specify Regarding Books Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis)

Title:Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis)
Author:Ayu Utami
Book Format:Paperback
Book Edition:Special Edition
Pages:Pages: 177 pages
Published:October 2014 by Kepustakaan Populer Gramedia
Categories:Asian Literature. Indonesian Literature. Spirituality. Literature. Novels

Description In Favor Of Books Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis)

Spiritualisme kritis adalah penghargaan pada yang spiritual tanpa mengkhianati nalar kritis. Buku pertama seri ini adalah kisah nyata satu keluarga; satu anggotanya dapat berkomunikasi dengan arwah; seorangnya lagi berusaha bersikap kritis namun terbuka terhadap gejala itu. Suatu ketika si pelihat menyebutkan jadwal wafat ibunda tercinta. Ibu akan meninggal pukul delapan tiga hari lagi... Informasi tentang masa depan ataupun dunia roh menggelisahkan dan membikin rentan manusia. Ada yang memburunya, ada pula yang sama sekali menutup diri terhadapnya. Simple Miracles bercerita tentang keajaiban-keajaiban sederhana berkenaan dengan doa, kematian, dan arwah; serta bagaimana nalar mencoba mencernanya.

Rating Regarding Books Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis)
Ratings: 3.97 From 467 Users | 67 Reviews

Assess Regarding Books Simple Miracles: Doa dan Arwah (Spiritualisme Kritis)
Cara bercerita Ayu di sini sangat personal. Sekilas mirip dengan novelnya yang lain; Cerita Cinta Enrico. Kemiripannya terletak pada narator--yang mana adalah Ayu sendiri--yang di awal berkisah sebagai kanak-kanak. Bahasanya polos dan lugu, bercerita tentang Ibu dan mitos-mitos hantu dari Bibi Gemuk dan Bibi Kurus. Mirip dengan sudut pandang Enrico yang bercerita tentang Ibunya kala masik anak kecil. Polos dan lugu.Ayu kembali mengulang-ulang konsep spiritualisme kritisnya di sini: laku yang

Good read

Buku pertama Ayu Utami yang saya baca. Jujur, sebelum-sebelumnya nggak pernah tertarik baca karyanya. Entah kenapa, untuk buku ini tiba-tiba saja saya pengin baca. Saya langsung mampir ke toko buku "seadanya" yang ada di kota di mana saya bekerja sekarang dan anehnya saya bisa menemukan buku ini di salah satu raknya.Saat baca buku ini saya banyak merenung. Saya seperti sedang mendengar seseorang bercerita secara langsung di hadapan saya. Semuanya mengalir dan memaksa saya untuk diam

Ada haru yang begitu lembut saya rasakan setelah menyelesaikan buku ini. Bahwa penulis mempersembahkan buku ini kepada mendiang Ibunya, juga mendiang Bibi dan Ayahnya yang telah tiada, serta persembahan kepada arwah-arwah yang menderita karena membutuhkan doa manusia hidup. Walau awal membacanya kentara (ciri khas Mbak Ayu) penulis ingin sekali pembacanya paham bahwa hal-hal yang bersifat spiritual perlu dikritisi, agar kita tidak tertipu pada apa yang tidak bisa kita lihat atau pada manipulasi

Buku ini sudah lama direkomendasikan oleh ibu. Katanya, buku ini memiliki pesan yang menarik yang memberikan sudut pandang baru terhadap apa itu hidup dan mati. Kebetulan, mood-ku setelah membaca Tuesdays with Morrie tampaknya belum mau pergi. Teringat rekomendasi dari ibu, kenapa tidak sekalian membacanya saja?Resensi LengkapnyaAku tidak berani merekomendasikan buku ini kepada semua orang. Seperti yang sudah aku tulis, butuh endapan pengetahuan dan kebesaran hati untuk dapat membaca buku ini.

Selalu terinspirasi setelah membaca tulisan-tulisan Ayu.Buku yang sudah ada di rak saya lebih dari setahun ini, baru berani saya baca setelah saya yakin tidak akan takut pada setan apapun yang dimunculkan di dalamnya. Dan sepertinya saya mengambil keputusan tepat. Ada banyak pertanyaan yang sama tentang Tuhan, hantu, arwah, kemampuan melihat yang tidak kasat mata, dan banyak hal lain yang selalu menjadi misteri. Buku ini mengajarkan pada saya untuk menikmati hidup, mempersiapkan mati yang tidak

Kelihatan sekali Ayu Utami menulis dengan jujur. Ada momen-momen saat bersama sang Ibu, adalah momen menyentuh buat saya yang membaca. Ibu nya benar-benar perempuan yang lembut. Menginspirasi bagaimana seharusnya perempuan mencintai pasangan nya dan Tuhan nya. What a wonderful journey!

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.